Home » » Pandangan Sinis Masyarakat Terhadap Seseorang yang Melakukan Pernikahan Dini

Pandangan Sinis Masyarakat Terhadap Seseorang yang Melakukan Pernikahan Dini

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Rabu, 20 Mei 2015 | 11.59

KEPADA Syeikh yang terhormat, semoga permasalahan ini bukan hanya saya alami sendiri, melainkan permasalahan yang banyak dialami masyarakat khususnya para pemuda. Saya seorang pemuda yang belum genap 20 tahun. Permasalahannya adalah sebagian masyarakat di mana saya tinggal memandang dengan sinis seorang pemuda yang menikah di bawah usia 20 tahun. Saya dalam penilaian mereka telah melanggar norma-norma sosial dan membuat malu tradisi dalam lingkungannya.
Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa di antara kalian (pemuda) mempunyai kemampuan atau kesanggupan untuk memberi nafkah, maka bersegeralah menikah…” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Mereka tidak membicarakan kepada kami tentang masalah ini, akan tetapi hanya menilainya dengan penilaian negatif. Mereka beranggapan bahwa seorang pemuda (yang belum berusia 20 tahun) yang ingin menikah maka ia tidak akan mampu mengarungi kehidupan rumah tangganya dengan sempurna. Dengan kata lain mereka menilai bahwa seorang pemuda merupakan sosok yang belum matang dan akan mengalami kegagalan dalam membina rumah tangganya kelak. Ia dituntut memeliki kemampuan dan persiapan matang, baik fisik, materi, dan lain sebagainya.
Jadi apa yang dimaksud dengan al-ba’at (kemampuan) menurut hadits Rasulullah saw. di atas?
Jika penilaian seperti itu menjamur dalam masyarakat maka kesulitan membina rumah tangga (menikah) semakin bertambah pelik. Terus terang bahwa keinginan ini saya lakukan hanya semata menjaga kehormatan dan mencegah agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak dibolehkan agama, yang mungkin hal semacam itu dapat dengan mudah saya lakukan.
Sampai kapan saya harus menunggu hilangnya penilaian negatif tersebut? Saya tidak menginginkan hubungan yang tidak terikat ikatan resmi semakin bertambah buruk akibat godaan setan. Saat ini dari segi materi saya sudah mencukupi begitu pula dengan keadaan calon istri saya. Mohon petunjuknya.
Jawaban Dr. Ahmad Abdullah
Saudaraku yang budiman, kau bertanya tentang maksud al-ba’at. Ia berarti al-istitha’ah (kemampuan), baik kemampuan secara fisik, materi maupun sosial. Memang telah terjadi banyak perubahan dalam masyarakat kita yang menyebabkan ‘kesanggupan’itu terlupakan. Ketika kau mencari pekerjaan maka yang dinilai pertama kali adalah tingkat pendidikannya (apakah tamatan SMU atau Perguruan Tinggi). Maka dari itu jarang terjadi seorang pemuda yang belum genap 20 tahun memiliki sifat-sifat suami yang baik, yang dapat memikul tanggung jawab dan mampu mengatur segala kebutuhan rumah tangganya dengan baik. Begitu pula halnya yang terjadi pada diri seorang gadis, ia tidak dapat memikul tanggung jawab sebagai seorang istri untuk mengurus rumah tangga dan merawat anak-anaknya dengan baik.
Inilah rahasia dibalik penilai sinis masyarakat ketika menilai pernikahan dini (pernikahan yang terlalu muda dan pelakunya belum genap 20 tahun).
Saudaraku yang mulia, ketika seorang pemuda telah menjadi manusia yang berhasil, janganlah ia menyombongkan diri di hadapan orang yang pernah memandangnya dengan sinis. Berlakubaiklah dan ubahlah penilaian-penilaian negatif tersebut dengan perilaku yang baik. Katakan pada diri sendiri, “Apa yang harus diperbuat pemuda agar memiliki bekal, di antaranya akal yang jernih, wawasan luas, kepribadian yang baik serta berbagai macam kepandaian atau keahlian untuk menuju pernikahan?”
Kami katakan pula bahwa kesulitan menikah di usia muda tidak berdampak pada diri seseorang untuk melakukan perbuatan yang haram. Ia hanya merupakan faktor yang mendorong terjadinya hal demikian. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. []
Sumber: Ikhwan Zone, Romantika dan Gaya Hidup Pubertas/Karya: Yusuf al-Qaradhawi /Penerbit: Zikrul Hakim
Sumber : www.islampos.com
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

25 Agustus 2015 19.16

Assalamualaikum
izin save gambar Al Qur'annya untuk tugas sekolah saya
terimakasih sebelumnya

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pusat Al Quran - All Rights Reserved
Template Published by Mas Template Redesigned by Pusatalquran.com,
Proudly powered by Blogger