Home » » Panggilan ‘Spesial’ untuk ‘Sahabat’

Panggilan ‘Spesial’ untuk ‘Sahabat’

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Rabu, 14 Januari 2015 | 11.02

Oleh: Anang Fauzy
SIAPA sih di antaramu yang tak mau dipanggil dengan panggilan spesial oleh orang lain? Tentu tidak ada. Sudah menjadi fitrah manusia bahwa mereka ingin selalu diperhatikan dan diberikan kasih sayang oleh orang lain walaupun hanya sebatas panggilan semata. Tapi tahukah kamu bahwa panggilan yang baik atau spesial itu sangat membekas di hati orang yang mendapatkannya?
Manusia paling mulia di dunia ini, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam telah mencontohkan bagaimana beliau memanggil para sahabatnya dengan panggilan spesial.
Adalah Abu Hurairah RA, sosok yang selalu menyayangi kucing dan membawanya ke mana pun dia pergi, bahkan ketika beliau mendatangi majelis ilmu Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Jadi wajar saja jika beliau mendapatkan panggilan tersebut dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, yang berarti ‘Bapak Kucing’ sebagai ungkapan sayang Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam terhadapnya.
Adalah Anas bin Malik Al-anshari RA, pelayan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang waktu kecil sering berangan bisa berkelana menemui beliau di Makkah atau di Yatsrib ketika pagi tiba, sehingga dia bisa berbahagia karena dapat melihat beliau dan merasa tenteram karenanya. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam sering memanggilnya dengan sebutan Unais, yang berarti (Anas keci) sebagai ungkapan rasa sayang beliau terhadapnya.
Adalah Khalid bin Walid RA, seorang panglima perang yang tak terkalahkan dalam berperang dan mengatur strategi peperangan, baik ketika masih musyrik ataupun setelah menjadi seorang muslim. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam sangat mengagumi kepiawaian beliau ketika memimpin jalannya peperangan. Jadi sangatlah wajar jika beliau memanggilnya dengan panggilan ‘Saifullah’ (Pedang Allah yang senantiasa terhuunus), pada saat terjadinya perang Muktah.
Sebenarnya masih banyak panggilan spesial yang beliau berikan kepada para sahabatnya sebagai ungkapan kasih sayang beliau terhadap mereka. Maka sebisa mungkin kita yang mengaku sebagai umat beliau, sudah sepantasnya meneladani apa yang beliau kerjakan. Simak juga yuk, bagaimana pandangan agama kita dalam hal memberikan panggilan
Dalam hal ini, Islam telah mengatur bagaimana adab seorang muslim ketika memanggil orang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “… dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan….” (Al-Hujurat : 11).
Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana Islam mengatur umatnya dalam hal panggil-memanggil kepada sesamanya? Jangan sampai kita memanggil dengan panggilan jelek yach, seperti (maaf) idiot, bego, kerdil, dan lain sebagainya, karena setiap perkataan itu adalah doa, dan kita dilarang mendoakan kejelekan kepada orang lain.
Panggilah sahabatmu dengan panggilan yang baik dan senantiasa diingat oleh mereka. Jadikan panggilan tersebut sebagai ungkapan rasa sayangmu terhadap mereka. Seperti diriku, yang terbisa memanggil sahabat-sahabatku dengan panggilan spesial yang tidak mereka dapatkan dari orang lain kecuali diriku. Dengan begitu, mereka akan sadar bahwa ada aku yang senantiasa menyayangi mereka meskipun hanya dari sebuah panggilan sederhana yang sering mereka dapatkan dariku. 
Sumber : https://www.islampos.com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pusat Al Quran - All Rights Reserved
Template Published by Mas Template Redesigned by Pusatalquran.com,
Proudly powered by Blogger