Home » , , » Pengantar Ilmu Tajwid

Pengantar Ilmu Tajwid

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Senin, 20 Oktober 2014 | 11.48

Definisi Ilmu Tajwid

Seseorang yang membaca Al Quran, baik tanpa lagu maupun dilagukan dengan indah dan merdu, tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah tajwid. Tajwid (تَجْوِيْدٌ) merupakan bentuk mashdar, dari fi’il maadhi (جَوَّدَ) yang berarti membaguskan, menyempurnakan, memantapkan. Pendapat yang lain tentang pengertian tajwid adalah : اَلاِتْيَانُ بِالْجَيِّدِ yang berarti “memberikan dengan baik”.

Menurut istilah :

اَلتَّجْوِيْدُ هُوَ عِلْمٌ يُعْرَفُ بِهِ إِعْطَاءُ كُلِّ حَرْفٍ حَقَّهُ وَ مُسْتَحَقَّهُ مِنَ الصِّفَاتِ وَ الْمُدُوْدِ وَ غَيْرُ ذَلِكَ كَالتَّرْقِيْقِ وَ التَّفْخِيْمِ وَ نَحْوِهِمَا.
“Ilmu Tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengetahui bagaimana cara memenuhi/memberikan haq huruf dan mustahaqnya. Baik yang berkaitan dengan sifat, mad dan sebagainya, seperti tarqiiq dan tafkhiim dan selain keduanya.” (Hidaayatul mustafiid)

Yang dimaksud dengan haq huruf adalah sifat asli yang selalu bersama, seperti sifat al hams, al jahr, al isti’la’, asy syiddah dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahaq huruf adalah sifat yang tampak sewaktu-waktu seperti tafkhiim, tarqiiq, ikhfaa dan lain sebagainya.

Dasar Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Hukum mempelajari ilmu tajwid dapat diketahui pada uraian di bawah ini :

اَلْعِلْمُ بِهِ فَرْضُ كِفَايَةٍ وَ الْعَمَلُ بِهِ فَرْضُ عَيْنٍ عَلىَ كُلِّ قَارِئٍ مِنْ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ.

“Mempelajari ilmu tajwid (hukumnya) fardhu kifaayah dan mengamalkannya fardhu ‘ain bagi setiap pembaca Al Quran (qaari’) dari umat Islam (laki-laki dan perempuan).” (Hidaayatul mustafiid)

1.      1.Dasar hukum dari Al Quran

Firman Allah Ta’ala :
وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيْلاً
“...dan bacalah Al Quran dengan tartiil.”(Q.S. Al Muzzammil:4)

Pada suatu hari sahabat Ali radhiallahu ‘anhu, ditanya tentang arti tartiil, beliau menjawabnya :

“Tartiil ialah membaguskan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat berhentinya.”

1.      2. Dasar hukum dari Hadits

سُئِلَ أَنَسٌ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَةُ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ كَانَتْ مَدًّا ثُمَّ قَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحِمَنِ الرَّحِيْمِ يَمُدُّ بِبِسْمِ اللهِ وَ يَمُدُّ بِالرَّحْمَنِ وَ يَمُدُّ بِالرَّحِيْمِ. )رواه البخارى(
“Anas bin Malik ketika ditanya bagaimana bacaan Nabi SAW maka ia menjawab bahwa bacaan beliau itu dengan panjang-panjang kemudian dia membaca “bismillaahirrahmaanirrahiim” memanjangkan (bismillaah) serta memanjangkan (Ar Rahmaan) dan memanjangkan (Ar Rahiim).” (HR. Bukhaari)

Dan juga perintah Nabi SAW kepada sahabat agar mengambil bacaan dari sahabat yang mampu dalam bidang ini sebagaimana sabda beliau :

“Dari Abdullah bin Amr berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, Belajar Al Quran lah kalian pada empat orang ; Abdullah bin Mas’ud, beliau memulai dengan menyebut Ibnu Mas’ud, Salim Maula Abi Hudzaifa, Ubay bin Ka’ab, dan Mu’adz bin Jabal.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ini adalah para sahabat yang mulia, padahal mereka itu orang-orang yang paling fasih dalam pengucapan Al Quran tapi masih disuruh belajar, lalu bagaimana dengan kita, orang asing yang lisan kita jauh dari lisan Al Quran?

Imam Ibnul Jazari mengatakan dalam nazhamnya :

وَ الأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لاَزِمٌ  مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرْآنَ أَثِمٌ
لِأَنَّهُ بِهِ اْلإِلَهُ أَنْزَلَ    وَ هَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلَ

“Membaca Al Quran dengan tajwid hukumnya wajib, barangsiapa yang membacanya tidak dengan tajwid ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al Quran dan demikianlah Al Quran sampai kepada kita dari-Nya.” (Ghaayatul Muriid fii Ilmi At Tajwiid). (Disarikan dari buku Panduan Tahsin Tilawah Al Quran & Ilmu Tajwid)



Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pusat Al Quran - All Rights Reserved
Template Published by Mas Template Redesigned by Pusatalquran.com,
Proudly powered by Blogger