Home » » Akhlak Sesungguhnya Adalah Mengamalkan Al-Qur'an (Bagian 2)

Akhlak Sesungguhnya Adalah Mengamalkan Al-Qur'an (Bagian 2)

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Kamis, 28 Agustus 2014 | 11.30

Dan Al-Qur’an wajib kita imani, wajib kita terima semua kandungannya apa adanya. Karena Al-Qur’an adalah kalam mulia Allah Azza wajalla, yang tidak boleh dipilah pilih, tidak boleh diimani sebagian dan dikafiri sebagiannya.
Tidak boleh umat Islam memilih apa saja yang enak dari Al-Qur’an dan membenci apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginannya. Jika prilaku atau akhlak seorang muslim seperti itu maka tidak ubahnya seperti akhlak kaum kafir Yahudi yang percaya kepada sebagian kitab Taurat dan kafir dengan sebagian yang lain. Allah memperingatkan hal ini dalam firman-Nya :

         أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَاجَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّاخِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَااللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّاتَعْمَلُون

“ Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”. (QS. Al-baqarah : 85 ).
Contohnya sebagian selebriti dengan kekayaan yang ia miliki begitu senang melaksanakan haji dan umroh ke baitullah, namun pada kesehariannya ia bolong-bolong menunaikan shalat karena jadwal shooting yang padat.
Banyak artis senang membagi-bagikan hartanya kepada fakir miskin namun ia juga senang memakai pakaian seronok yang tidak menutupi auratnya. Begitu pula banyak anak muda dan pelajar meniti pendidikan yang tinggi namun suka pula berzina dengan berpacaran. Maka perlu disadari bahwa hal demikian dan sejenisnya bukanlah akhlak yang baik sepanjang apapun gelar akademik disandangnya.
Apakah bisa disebut telah berakhlak baik, jika seorang murid berlaku sopan di depan gurunya , kemudian di belakang dia melunjak dengan tidak mengerjakan PR misalnya. Apakah seseorang pejabat berakhlak baik jika ia senyum di depan semua orang namun ternyata ia melakukan korupsi ? tentu tidak dan hati nurani pun tidak akan menerima hal itu.

Jadi, jangan salahkan siapa-siapa ketika umat Islam berada dalam keterpurukan. Jika kita merasa sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu’alihi wasallam tanyalah diri sendiri, apakah akhlak saya sudah sesuai dengan Al-Qur’an ?jika belum sesuai jangan salahkan para ulama di bidang syari’ah karena mereka sebatas memberikan nasihat dan pengajaran sesuai kapasitas ilmunya, adapaun praktiknya dalam bidang ekonomi, dalam bidang politik, dalam bidang social dan bidang-bidang lainnya, maka setiap umat Islam di bidangnya masing-masing bertanggung jawab atas identitasnya sebagai umat Muhammad untuk mempraktekan prilaku-prilaku yang sesuai dengan Al-Qur’an.

Maka, marilah jadikan Al-Qur’an sebagai sumber akhlak , yakni sumber prilaku dan life style, karena itulah bukti kita membuktikan diri sebagai umat Nabi yang kita cintai, jika kita tidak menjalankan Al-Qur'an dalam prilaku sehari-hari , lalu untuk siapa Al-Qur'an ini diturunkan ? apakah untuk Rasulullah yang telah diampuni dosanya ? tentu untuk kita semua, apapun profesinya.

Karena jika akhlak hanya disandarkan kepada para ulama dibidang syariah, apakah para cendekiawan dibidang lain bukan umat Nabi Muhammad? apakah surga hanya diperuntukkan bagi ulama di bidang syari’ah? tentu siapa pun yang merasa sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam sangat menginginkan masuk ke dalam surga. Banyak sekali hadits Rasulullah yang berisi kabar gembira untuk umatnya , seperti diriwayatkan Al-Bukhari dalam Al-adab al-mufrad , diantaranya sabda beliau:

مَامِنْ شَىْءٍ في الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

“ Tidak ada suatu amalan yang paling berat dalam mizan (tiimbangan pahal di surge) selain akhlakul karimah”.

وعنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَمْرو قَالَ: لَمْ يَكُنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا،وَكَانَ يَقُولُ: « خِيَارُكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا
».
“ dan dari Abdullah bin Umar ia berkata : “ Rasulullah tidaklah jelek dan tidak pernah berbuat jelek. Dan Rasulullah pernah bersabda : “ Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya “.
وعنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَمْرو قَالَ: لَمْ يَكُنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا،وَكَانَ يَقُولُ: « خِيَارُكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا ».

“ apakah kalian mau aku kabarkan kepada kalian orang yang paling aku cintai, dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat? , para sahabt terdiam, lalu beliau mengulanginya sampai tiga kali, lalu para sahabat menjawab : “ iya wahai Rasulullah “. Beliau berkata : “ yaitu orang yang paling baik akhlaknya “

Kiranya marilah kita selalu kembali kepada Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan di dunia ini, karena berpaling darinya sama saja mengubur diri hidup-hidup , hidup susah di dunia dan diakhirat ditimpa kebutaan. Allah berfirman :

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
(QS. Thahaa : 124 -127 ).

Sumber : kebangkitanislam.com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pusat Al Quran - All Rights Reserved
Template Published by Mas Template Redesigned by Pusatalquran.com,
Proudly powered by Blogger