Home » » Memaknai Hari Ibu Dengan Berbakti Kepadanya

Memaknai Hari Ibu Dengan Berbakti Kepadanya

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Rabu, 18 Desember 2013 | 08.12

Sebentar lagi kita akan memperingati hari ibu. Yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember 2013.

Berbicara tentang sosok ibu. Yang teringat di dalam benak kita hanyalah kasih sayangnya yang tulus tanpa ada pamrih. 9 bulan ia memikul kita dalam keadaan suka maupun duka. dalam keadaan lelah,capek bahkan sakit, namun beliau tetap menjaga kita dari segala marabahaya yang datang kepada kita. Subhanallah walhamdulillah itulah yang pantas kita ucapkan.

Mungkin kita tidak ingat, ketika kita dilahirkan kepermukaan dunia. Ketika itu, ibu dengan susah payah, merintih bahkan mengorbankan jiwa dan raganya demi melahirkan kita putra/inya. Rasa cemas, takut berpadu dengan rintihan yang memilikan hati, dengan satu harapan kita selamat terlahir kepermukaan bumi.

Akhirnya kita pun terlahir dengan sempurna dengan teriakan suara bayi yang khas. Subhanallah!!! Air mata ibu menetes, bukan berarti ia sedih, namun air mata itu adalah tanda kebahagian dengan harapan kita menjadi anak yang soleh yang selalu berbakti kepadanya.

Itulah gambaran ibu ketika ia melahirkan kita kepermukaan bumi ini, Hal ini sesuai dengan apa yang Allah firmankan di dalam Al-qur'an berikut ini

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
(Q.S. Luqman : 14)

Ayat ini memerintahkan kepada kita, agar senantiasa berbuat baik dan bersyukur kepada kedua orang tua kita yang yang telah melahirkan kita dalam keadaan susah payah. bahkan kita juga harus berbuat baik kepadanya walaupun berbeda agama seperti yang Allah firmankan 

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S. Luqman: 15)

Beginilah semestinya sikap kita kepada orang tua yang berbeda agama dengan kita. yaitu tetap bergaul dengan baik dan sopan  bukan malah memutuskan tali silaturrahmi. Dan Islam jug mengajarkan etika didalam  menolak untuk kembali kekafiran yaitu dengan cara yang baik dan sopan pula. Subhanallah. sungguh ajaran yang menakjubkan.

Bertahun-tahun ayah dan ibu mendidik kita. Makanan, minuman, pakaian dan segala macam kebutuhan ia berikan. bahkan tidak sedikit pekerjaan harampun ia lakukan hanya demi menghidupkan kita anaknya. Terkadang cacian, makian, cemoohan juga turut menghiasi kehidupannya ketika membesarkan kita. lantas apa yang kita berikan kepadanya?? sudah kita berbakti kepadanya?? sudah kita memberi sedikit kebahagiaan kepadanya?? Atau mungkin kehadiran kita malah membuat air mata kebahagiaan yang dulu terpancar berubah menjadi air mata kesedihan dan penyesalan. Semoga ini tidak terjadi kepada kita.

Mari kita baca dan resapi ayat al-qur'an berikut ini....

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". 
(Q.S. Al-Ahqof :15)

Hendaknya kita menjadi orang yang disifatkan oleh ayat ini yaitu senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua kita serta mendoakannya, bersyukur beserta beramal shalih dan bertaubat dan bertawakal kepada Allah. Karena balasan yang Allah berikan bagi orang yang melakukan amalan ini adalah seperti yang Allah sebutkan di dalam ayat berikut ini 

أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. ( QS. Al-Ahqof : 16)

Subhanallah!!! Sungguh ayat yang membuat hati tenang dan memotivasi kita agar senantiasa selalu berbuat baik baik kepada kedua orang tua dan berusaha menjadi anak yang sholeh karena hanya anak yang solehlah yang mampu mengalirkan pahala yang tiada putus-putus kepada kedua orang tua meskipun keduanya telah tiada dihadapan. Rasullullah saw bersabda 



إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ إِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلأَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.


“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: 
1. Sedekah jariyah.
2. Ilmu yang bermanfaat.
3. Anak shaleh yang mendo’akannya”. (HR. Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah). 

Semoga artikel memberikan kesadaran kepada kita yang terkadang masih ada yang durhaka kepada bapak ibu. dan semoga kita menjadi anak-anak yang soleh dan selalu berbakti kepada kedua orang tua.


posted by Sufriadi Candra

www.pusatalquran.com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Pusat Al Quran - All Rights Reserved
Template Published by Mas Template Redesigned by Pusatalquran.com,
Proudly powered by Blogger