Artikel Terbaru

10 Hal yang Didambakan Lelaki dari Seorang Wanita Saat Merencanakan Berkeluarga

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Senin, 16 Maret 2015 | 10.21

Allah Yang Maha Penyayang telah memberikan contoh kepada umat manusia untuk saling menyayangi, baik yang muda kepada yang lebih tua, seorang anak kepada orang tua, atau seorang laki-laki kepada wanita.
Allah SWT memberikan rasa cinta sebagai anugerah umat manusia. Perasaan cinta merupakan bukti ke-Maha Kuasa-an Allah SWT yang diberikan kepada makhluq yangahsani taqwiim. Itu bentuk kesempurnaan ciptaan yang Maha Esa. Rasa cinta sering tumbuh mengharumkan pada setiap jiwa manusia dan hati, begitu juga dengan perasaan cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.
Cinta adalah fitrah manusia, makna cinta harus sesuai tauladan Nabiyyuna Khotimul Ambiya’. Dikemas dengan akhlaq mulia, dan disandarkan kepada Allah Ta’ala. Sebaliknya, cinta yang diniatkan dengan kesenangan dapat membawa pada kemaksiatan, diawali dengan kebohongan, dan berakhir dengan berantakan sehingga nafsu liar pun tak terkendalikan.
Agama islam telah menjadi agama yang sempurna, di dalamnya terdapat aturan-aturan yang mengendalikan perasaan kepada yang lainnya. Sehingga cinta yang kuat akan melanggengkan dan membahagiakan, menghantarkan hubungan rumah tangga meraih surga yang dijanjikan. Oleh karena itu laki-laki yang sholih tidak asal memilih wanita kemudian menjadikan pendamping rumah tangga.
Berikut 10 faktor saat perasaan cinta tumbuh dari seorang laki-laki untuk memilih wanita yang akan dijadikan pendamping hidupnya.
  1. Faktor Beraqidah Islamiyah
Sebuah keluarga menjadi madrasah utama bagi anak-anak kita, belajar ketauhidan, memberikan pengajaran, mendidik dengan ketaqwaan. Jika madrasah itu rapuh maka anggota keluarga yang lain pun larut dalam kerapuhan aqidah. Faktor yang sangat penting bagi seorang laki-laki yaitu memilih pendamping yang memiliki benteng aqidah islamiyah, kokohnya benteng harus dipahami betul oleh wanita sholihah, ia menjadi peran dan fungsi bersama suaminya mendidik anak menjadi penerus generasi islam yang beraqidah islaimiyah.
Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221).
  1. Faktor Pengamalan Agama yang Kuat
Sebagian lelaki memiliki banyak pilihan dalam mencintai wanita. Ada yang cenderung pada kecantikan dan postur tubuh, ada pula yang memilih karena status sosial maupun pendidikan, dan tidak sedikit lelaki yang memilih karena wanita faktor kaya harta. Namun sebaliknya seorang lelaki yang memilih karena faktor agama, mengamalkan di setiap masa, maka itulah yang diwasiatkan oleh tauladan kita, itulah wanita sholihah menjadi dambaan lelaki sholih.
Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)
  1. Faktor nasab yang baik
Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihatkan anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”
“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)
  1. Faktor Jasmani Sehat dan Berkepribadian Penyayang
Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.”Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).
Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)
  1. Faktor Masih Gadis/Muda
Seorang gadis yang sholihah lebih menjaga diri dan sifat-sifat wanita telah yang masih alami. Ia penuh malu, manis bertutur, mau bermanja ria, tak akan berkhianat karena tak pernah ada ikatan rasa cinta dalam hatinya, terkecuali oleh yang meminangnya kelak. Cinta seorang gadis tak akan pernah terbagi dengan lelaki lain, dan hanya patuh taat kepada suaminya.
Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya. Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian dalam membina keluarga bersama.
Suatu saat Aisyah menanyakan langsung kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu ‘Aisyah berkata, “Itulah aku.”
Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Jabir.
Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”
  1. Faktor Sifat Lemah Lembut dan Bertutur Kata Manis
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,“Wahai ‘Aisyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”
  1. Faktor yang dapat Menyejukkan Pandangan bagi suami
Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)
  1. Faktor yang Dapat Menolong Suami dan Keluarga Selalu Bertakwa
Istri yang shalihah adalah perhiasan mulia, ia mampu menggunakan kemuliaan itu sebagai tabungan di hari kiamat karena membantu suami dan membina anak-anak dalam ketaqwaan. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”
  1. Faktor Pribadi yang Pandai Bersyukur Terhadap Pemberian Suami
Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).
10. Faktor Kecerdasan dan Bijak Mengungkapkan Pendapat
Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.
Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”
Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”
Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.
Wallahu A’lam.
Sumber : http://bersamadakwah.net/

Teruntuk para dermawan dan pecinta kebaikan di Seluruh Indonesia

Written By RULLY OKTOBERYANTO on Jumat, 27 Februari 2015 | 11.30


Yuk ikut serta dalam momentum kebaikan ini

Sebagai sarana untuk mendanai kegiatan Pembinaan Penghafal Al Qur'an, anak yatim dan dhuafa di Pusat Al Qur'an Indonesia. Kini telah tersedia Paket Koleksi 12 Qori ternama DVD Murottal 4 Mode. 100% hasil dari penjualan paket ini untuk mendanai program pembinaan santri Penghafal Al Qur'an

Didalam paket ini terdapat 12 DVD dari qori ternama yaitu :
1. Mishary rasyid alafasy
2. Abdurrahman as sudais
3. Hani arrifai
4. Abu bakar asyatiri
5. Abdul basit
6. Saad al ghomidy
7. Mahmoud khalil al husari
8. Abdullah al matrud
9. Abdullah bashfar
10. Maher al mu'aiqily
11. Saud as syuraim.
12. Ali al hudzaify 


Setiap DVD terdapat 4 pilihan MP3 yaitu persurat, perjuz, perhalaman, perayat. Sehingga sangat membantu untuk belajar dan menghafal Al Qur'an.

Untuk ikut serta dalam momentum kebaikan ini, silahkan kirim SMS pendaftaran dan setiap bulannya akan mendapat kiriman 1 DVD selama 12 bulan. Minimal donasi perbulan Rp 100ribu.

SMS pendaftaran donatur ketik :
Daftar # nama # alamat # nomor hp
Kirim ke : 081364515717

Bagi yang ingin mendapatkan langsung 1 paket (12 DVD) dengan donasi Rp. 1,2juta. Untuk 100 pemesan pertama mendapat 2 paket sekaligus yang bisa diwakafkan untuk mesjid, sekolah dan TPA.

Silahkan ketik :
SATUPAKET # nama # alamat # nomorhp
Kirim ke : 081364515717

Donasi ditransfer ke :
BANK MUAMALAT
A.N PUSAT AL QURAN
NO. REK 451 001 7286

Program ini dikelola  oleh :
Pusat Al Qur'an Indonesia
Komplek Bintan Center. No F2 Tanjungpinang-Kepulauan Riau
Web : http://www.pusatalquran.com
Pin:51D58163 , Pin:264AA6F5
Kontak : 081271222111 / 081364515717

Mohon bantuan rekan-rekan untuk share momentum amal ini agar bisa menjadi lahan amal kebaikan untuk kita semua.

Peluang Amal Muslimah Indonesia Aktivis Wakaf Mukena ( AkWaM )

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Rabu, 25 Februari 2015 | 11.37


Pusat Al Quran Indonesia kembali membuka lebar peluang amal bagi Muslimah diindonesia untuk bergabung dalam komunitas Aktivis Wakaf Mukena (AkWaM) AkWaM mengajak Muslimah Indonesia untuk mewakafkan sebagian mukenanya melalui Pusat Al Quran Indonesia untuk disalurkan ke Masjid, Mushalla dan lokasi bencana alam. Dengan wakaf mukena, Muslimah Indonesia diharapkan bisa berbagi kepedulian dalam permasalahan ibadah Shalat. Selain itu, Pusat Al Quran Indonesia berharap dengan adanya program wakaf mukena, Muslimah Indonesia bisa berbagi pahala. Selain berwakaf mukena secara langsung, Wakaf Mukena juga bisa dikirimkan dalam bentuk uang tunai untuk pembelian mukena dan biaya perawatan selama satu tahun. Pilihan Wakaf Mukena AkWaM 1. Wakaf langsung Mukena + Biaya perawatan selama satu tahun sebesar Rp 50.000 2. Wakaf biaya mukena Rp 150.000 + Biaya perawatan selama satu tahun sebesar Rp 50.000 dengan total Rp 200.000 Alamat tujuan wakaf : Komplek Ruko Bintan Center Blok F No 02 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau 081271222111
Transfer Wakaf :
Bank Muamalat
No Rek: 452 000 2574
a.n Tabung Amal Jariyah.

Informasi lebih lanjut hubungi kami
PIN BB: 2A344377 Sms / WA: 081271222111 Email: pusatalquranindonesia@gmail.com


Memupuk Semangat Ibadah

Secara bahasa ibadah diambil dari kata ta’bid yang artinya tunduk. Adapun, Imam Ibnu Taimiyah mendefinisikan ibadah sebagai berikut,” nama yang mencakup setiap hal yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik ucapan maupun perbuatan. Baik lahir maupun batin.
Ibadah mrupakan jembatan penghubung antara Rabb dan hambanya. Jembatan untuk mendapatkan kasih saying dan magfiroh dari Allah swt. Semakin kokoh jembatan tersebut, maka semakin melimpahlah ramhat, ampunan dan kasih sayang Allah kepadanya. Karenanya, sudah seharusnya semangat ibadah kita dipupuk dan dipelihara. Tak lain supaya ibadah yang kita lakukan menjadi sebuah kenikmatan tertinggi yang tiada tara.
Orang yang merasakan nikmatnya iman, bisa merasakan kenikmatan dalam bermunajat dan ketaatan kepada Allah SWT. Karenanya wajar jika Rasulullah selalu menunggu-nunggu waktu beribadah seperti seorang kehausan yang menanti datangnya air. Ketika masuk waktu salat, beliau bersabda kepada Bilal, ”Hai Bilal, hiburlah kami dengan shalat.” Dan tidak heran pula ketika beliau bersabda, ”dan jadikan shalat sebagai penyejuk hati.”
Banyak cara untuk memupuk semangat ibadah, antara lain sebagai berikut.
Tetap dalam keikhlasan
Ikhlas berarti hanya mengharap ridho allah semata. Ia tak akan pernah beribadah hanya sekedar tujuan duniawi. Hatinya hanya tertuju pada Allah dan tidak terkontaminasi oleh riya, kesombongan, nifak dan iri dengki.
Bahkan ketika ibadah itu mengandung resiko yang besar sekali pun, ia akan tetap melaksanakannya dan ia akan semaikn bersemangat dalam beribadah.
Mujahadah dalam beramal
Mujahadah artinya kesungguhan dan keseriusan. Seseorang yang bermujahadah dalam beribadah akan selalu berusaha menyingkirkan segala aral melintang yang mengganggu kesungguhannya tersebut. Tak jarang, amal ibadah seseorang akan bernilai sia-sia ketika berleha-leha, lalai serta tidak memiliki motivasi yang jelas saat beramal. Kesungguhan dalam beribadah akan mempersempit ruang gerak setan sehingga tidak aka nada kesempatan menggelincirkan manusia kepada kesesatan. Kepada orang yang bermujahadah dalam beribadah, Allah SWT, akan memberikan petunjuk ke jalan yang diridhoiNya. Firman-Nya, ”Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhoan) kami, benar-benar akan Kami tunjukan kepada mereka jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-‘Ankabut:69).
Sifat mujahadah akan menambah semangat ibadah seperti yang Nampak jelas pada diri rasulullah saw, yang selalu salat malam hingga kedua tumitnya bengkak. Ketika itu Aisyah bertanya.”mengapa engkau lakukan hal itu (salat malam), bukankah Allah swt, sudah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang? Rasulullah menjawab, ”Bukankah sepantasnya aku menjadi orang yang selalu bersyukur?”
Selalu intropeksi diri
Seorang muslim yang selalu mengoreksi dirinya, melihat setiapamal yang sudah ia kerjakan di masa yang lalu akan selalu mempertimbangkan kehidupannya di masa yang akan datang. Jangan sapai dirinya melakukan kesalahan yang sama, jangan sampai ia terjatuh pada lubang yang sama. Pada akhirnya, kesalahan yang pernah ia lakukan tak pernah ia ulang, amal kebaikan yang sekiranya kurang akan ditambah dengan amal-amal unggulan.
Allah berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah swt, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18 )
Selalu berdoa
Dalam beribadah kita selalu membutuhkan motivasi yang kuat. Untuk membangun motivasi kita tidak selayaknya hanya mengandalkan diri kita saja. Rasul telah mencontohkan satu doa yang biasa beliau baca sehabis shalat yang berisi permohonan agar kita senantiasa meminta bantuan kepada allah untuk memiliki kekuatan dalam beribadah.
“Ya Allah bantulah aku untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, senantiasa bersyukur kepada-Mu, dan senantiasa beribadah dengan baik kepada-Mu.”
Doa adalah senjata orang beriman. Karena itu sudah semestinya kita sering memohon kepada-Nya untuk mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya. Kekuatan doa sangat luar biasa. Bahkan doa bisa mengubah takdir sebagaimana dalam keterangan berikut,”Tiada sesuatu yang bisa menolak takdir selain doa, dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seseorang diharamkan rejeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)
Memperbanyak dzikir dan tobat
Apabila iman sudah menyentuh relung hati yang paling dalam. Niscaya penghayatan terhadap rasa ketuhanan akan mengisi relung hatinya yang terdalam. Pemujaan trhadap egoism akan disingkirkan dan meleburkan diri pada penghambaan dan ketaatan yang purna.
Dzikir adalah ingatan yang terus menerus ada kepada Allah dalam hati serta menyebut nama-Nya dengan lisan. Bukan berarti kita setiap waktu harus melafakan dzikir dan hati terfokus pada asma allah. Tapi bagaimana amal dan tingkah laku kita mencerminkan seorang hamba yang selalu merasa diawasi oleh Allah. Di samping dzikir dalam hati dan lisan, ia juga dzikir dengan anggota badan. Merasa takut ketika akan berbuat hal yang nista. Karena kita tahu, bahwa Allah Maha Melihat apa yang diperbuat hambanya.
Berada dalam lingkungan yang soleh
Faktanya, manusia adalah makhluk yang sangat mudah terpengaruhi oleh keadaan sekitarnya. Lingkungan memegang peranan penting dalam pembentukan karakter manusia. Kalau kita ingin mendapat hidayah Allah, maka carilah lingkungan yang kondusif.
Memang, bergaul dengan orang-orang yang soleh, bukan berarti akan membuat kita terbebas dari berbuat dosa. Namun, jika kita bergaul dengan lingkungan yang tidak soleh, maka rintangan yang dihadapi akan jauh lebih besar. 
Sumber : http://bersamadakwah.com/

Mau Pernikahan Tetap Seperti Pengantin Baru? Ini Resep Al-Quran

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Selasa, 24 Februari 2015 | 10.58

Saat ini banyak orang mengeluhkan lemahnya kemampuan seksualnya setelah beberapa tahun menikah. Banyak juga anak muda yang lambat dan bimbang dalam memutuskan untuk menikah. Semakin hari semakin banyak bermunculan berbagai penyakit kejiwaan yang dialami baik laki-laki maupun perempuan. Apakah semua ini bisa ditanggulangi dan diobati?

Dr. Abduldaem Kaheel, seorang pakar kemukjizatan ilmiah dalam Al-Quran menulis sebuah artikel yang meneliti tentang hal tersebut. Beliau membuktikan bahwa Al-Quran bisa menghindarkan kita dari masalah-masalah di atas. Jika memang kita mau disiplin melaksanakan nasihat-nasihatnya.

Ketua Associatian for the Treatment of Sex Addiction dan Compulsivity, Paula Hall, mengatakan bahwa kebanyakan kasus disfungsi ereksi yang dialami pria adalah disebabkan kecanduan film porno. Karena adegan-adegan seks yang terdapat dalam film tersebut dapat merusak bagian dalam otak, yang pada akhirnya berefek negatif pada kehidupan berkeluarga.

Sebuah penelitian di Universitas Cambridge menunjukan adanya tiga bagian dalam otak yang sangat aktif ketika seseorang sedang menyaksikan adegan seks, dan ternyata tiga bagian ini pula yang aktif saat seseorang sedang menikmati narkoba. Kesimpulan ini diambil dari hasil pemotretan otak melalui resonansi magnetis.

Jadi kecanduan pornografi sama saja dengan kecanduan zat adiktif berupa narkoba. Akibat buruknya pun sama, keduanya merusak otak secara parah, dan juga merusak kehidupan sosialnya. Obatnya sangat sederhana, yaitu menjauhi pornografi.

Para ahli mengklaim ini adalah penelitian pertama yang menemukan efek buruk dari menonton pornografi. Padahal sejak berabad-abad yang lalu, Al-Quran sudah memerintahkan umat Islam untuk ghadhul bashar (menundukkan, menjaga pandangan dari yang haram). Dalam surat An-Nur: 30 dikatakan, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Saat ini orang baru tahu bahwa menonton pornografi ternyata mempengaruhi dan memberikan efek negatif pada jaringan syaraf, sehingga mengurangi secara drastis hasrat seksual. Pornografi juga sangat berpengaruh pada jantung dan darah, meningkatkan potensi tekanan darah tinggi, dan merusak sistem hormon, sehingga menyebabkan berbagai penyakit jantung.

Dr. Abduldaem Kaheel kemudian menceritakan pengalamannya mengobati orang yang mengalami disfungsi ereksi. Beliau memberikan resep kepada pasien tersebut untuk sepenuhnya meninggalkan pornografi dan melihat wanita yang bukan istri dan mahramnya. Juga untuk merenungi dua ayat dalam Al-Qur’an, yitu surat An-Nur: 30 dan surat Al-Furqan: 74. Kemudian berdoa setiap hari, dan mendengarkan tilawah Al-Quran terutama menjelang tidur.
Setelah beberapa bulan, ternyata hasilnya mencengangkan. Kemampuan seksualnya sangat meningkat, bahkan lebih besar dari saat menjadi pengantin baru. Rasa saling cinta dan saling memahami antara dia dan istrinya juga bertambah. Keduanya jadi semakin mudah memahami kesalahan yang dilakukan masing-masing pasangan. Kesimpulannya, dia semakin bahagia dalam menikmati kehidupan berkeluarganya.

Ternyata pornografi dan tidak menjaga pandangan, walaupun sedikit akan merusak otak dan merusak kehidupan kita. Anak muda jadi sulit memutuskan untuk menikah karena otaknya mulai terganggu dan tidak berfungsi mengambil keputusan dengan baik. Kunci kebaikannya ternyata ada dalam Al-Quran yang kita baca sehari-hari.



Sumber: http://www.dakwatuna.com

Mendidik dengan Akhlaqul Karimah Menggapai Jannah

Allah SWT berfirman dalam QS al-Qalam ayat 4,
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang luhur“.
Ayat di atas menggambarkan bagaimana mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW, sehingga Allah SWT menyiratkan secara spesifik dalam firman-Nya. Masyarakat dunia, tak terkecuali non-muslim, jika mereka memahami sejarah kehidupan nabi Muhammad SAW, mereka akan menemukan keajaiban dan mengakui begitu dahsyatnya ajaran Islam yang sangat indah telah dicontohkan dengan akhlak Rasulullah SAW. Maka dari itu, tidak mengherankan jika banyak orang kafir berbondong-bondong masuk Islam.
Saat ini, kita sedang dihadapkan dengan musibah besar yang melanda akhlaq pendidikan anak di Indonesia yakni pem-bully-an sesama teman di dalam kelas. Betapa tidak, hampir semua kalangan masyarakat merasa haru dan sedih dengan tingkah laku anak masa sekarang, mereka tega memukul, menendang dan mengeroyok di dalam kelas. Menyebarnya kasus ini, tentunya memiliki dampak negatif, khususnya kalau dilihat oleh anak kecil yang belum cukup umur, karena pada masa itu sebagai fase bagi anak untuk melihat dan menirukan.
Oleh karena itu, kita sebagai orangtua muslim yang bertaqwa kepada Allah yang di dalam hati kita masih tertancap menghujam di dalamnya terdapat energi keimanan, akan merasa takut dan sedih kalau anak kita tertular dan ikut serta menjadi korban akhlaq bejat tersebut. Ia akan berusaha sekuat tenaga membentengi anak dan keluarganya dengan akhlaqul karimah. Sebagaimana Nabi Muhammad mengajarkan akhlak Islam yang mulia dan agung, Berikut kiat-kiat yang menjadi acuan kita dalam menumbuhkan akhlaqul karimah kepada anak.
  1. Akhlaqul karimah ditanamkan kepada anak-anak sejak dini sebagai pengajaran utama dalam beraktivitas
Dalam mendidik anak kita boleh memiliki cita-cita dan harapan supaya buah hati kita sukses dalam bidang duniawi. Seperti: menjadi polisi, ahli ekonomi, berprofesi menjadi dokter dan lain sebagainya. Namun sebagai orang tua perlu memperhatikan yang paling utama yaitu penanaman akhlak Islam yang diajarkan sejak dini. Dan jadikanlah al-Qur’an sebagai pedoman dan pegangan dalam mendidik akhlak islam kepada anak-anak.
Jika hal ini dilakukan oleh orangtua maka anak kita akan memiliki kepribadian yang baik dan berakhlaqul karimah. Ia tidak akan durhaka kepada orangtua, ia akan menghormati yang lebih tua dan ia tak akan menghalalkan segala sesuatu dengan berbagai cara. Al-Qur’an yang telah diturunkan sejak 14 tahun yang lalu telah mengajarkan manusia berakidah dan akhlaqul karimah.
  1. Akhlaqul karimah sebagai keyakinan yang selalu tertanam dalam hati bagi anak sepanjang masa.
Sesungguhnya akhlaqul karimah bersifat permanen dan mendasar dalam kehidupan sosial. Ia tidak akan pernah termakan oleh zaman maupun luntur karena peradaban, di manapun berada ahklaqul karimah tetpa ada. Al-Qur’an mengajarkan anak untuk berbakti baik kepada orang tua, maka pesan yang baik ini berlaku sepanjang masa. Begitu pula saat al-Qur’an menyatakan jangan mendekati zina, maka nilai ini pun berlaku sampai hari kiamat.
Pada zaman sekarang banyak orang-orang barat yang melakukan propaganda terhadap nilai dan ajaran islam yang dicampuradukkan dengan kebudayaan mereka, tujuan utamanya adalah generasi penerus Islam akan mengalami pemerosotan moral dan akhlak Islam. Contohnya: perbuatan zina di mana-mana, beredarnya minuman khamer, budaya pakaian wanita yang tidak menutup aurat dengan baik dan lain sebagainya. Dengan alasan mengimbangi zaman, sebagian anak-anak kita telah mengikuti budaya yang menyesatkan meskipun itu menurut mereka dipandang baik dalam pergaulan. Kaum Yahudi dalam menghancurkan Islam tidaklah menggunakan senjata canggih maupun tentara yang berperang, namun mereka menggunakan wanita dan minuman keras untuk merusak generasi penerus islam. Usaha yahudi ini lebih dahsyat pengaruhnya dibanding bom atom.
  1. Akhlaqul karimah harus diajarkan dengan beribadah atau bermuamalah sampai akhir hayat
Seorang anak jika melakukan sesuatu yang tidak benar, haruslah diingatkan dengan tulus, diperbaiki dengan kasih sayang, dan diberikan contoh yang mendidik, bukan dibiarkan dengan alasan anak telah dididik oleh gurunya di sekolah atau pun merasa percaya diri bahwa anaknya terlahir dari keturunan yang baik maka akhirnya pun akan baik. Rasulullah SAW telah mengajarkan akhlaqul karimah kepada cucu-cucunya sejak masih kecil. Saat makan haruslah menggunakan tangan kanan dan membaca bismillah. Saat mengambil makanan, ambillah makanan yang terdekat. Saat cucu nabi mengambil kurma dari kumpulan zakat, Nabi berkata, ” Taruhlah nak, karena bagi kita tidak halal mengambil zakat/shodaqoh”. Subhanallah, Rasulullah SAW menegur dengan bijak dan tulus dalam hati menghindarkan cucunya dari siksa api neraka.
Ajarkan ia bagaimana tuntunan shalat yang benar, menghormati orang lain yang berbicara, dan ajarkanlah membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.
  1. Akhlaqul karimah bersifat menyeluruh kepada sang khaliq dan makhluk
Setiap anak mampu belajar dari hal-hal yang terkecil, karena ia sering melihat kemudian menirukan. Sehingga pendidikan akhlak sejak dini sangat penting dan merupakan upaya terhadap anak mampu bersosialisasi terhadap orang lain dengan akhlaqul karimah. Penanaman dan pengembangan pendidikan akhlaqul Karimah dilakukan dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Tidak hanya di masjid saat mengikuti TPA ataupun menunaikan sholat, atau di dalam rumah, namun mendidik akhlaq anak tatkala ia sedang di luar rumah bersama teman-temannya, saat ia akan berumah tangga, atau pun ia telah menjadi orang sukses dalam duniawinya. Dan kapan pun akhlaqul karimah tetap terbawa dalam pribadi anak, saat dia sedang sholat, makan, bersekolah, bermain hingga berbicara dengan yang lebih tua darinya.
  1. Akhlaqul karimah harus terjaga dan terpelihara dari lingkungan sekitar
Selalu waspada dan berhati-hati dengan lingkungan dimana anak kita berada. Jagalah lingkungan anak agar ia selalu dekat dengan nilai-nilai islam. Menjadi tanggung jawab orang tua untuk menjaga anak dari pengaruh lingkungan negatif. Misalnya: saat anak mengakses internet, berilah pengertian agar ia tidak terjerembab membuka situs-situs yang merusak moral. Saat anak sudah mulai mengenal lawan jenis, awasilah dan berikan nasihat yang bijak mengenai pergaulan di luar rumahnya, dan lain sebagainya.
“Didiklah anakmu sebagaimana anak-anak Rasulullah, doakanlah anakmu sehingga dewasa kelak mendoakanmu, berikanlah nasehat yang bermanfaat maka ia akan memanfaatkan setiap kebaikan dalam detik kehidupan” (pm)
Sumber : http://bersamadakwah.net/

Sarana Pemersatu Umat Islam

Written By Pusat Al Qur'an Indonesia on Rabu, 18 Februari 2015 | 11.32

Setiap hal berusaha untuk mempertahankan keadaannya, status quo. Begitulah kecenderungan segala sesuatu di alam ini. Tidak terkecuali manusia. Ketika Islam diturunkan dengan ajaran-ajaran yang baru untuk menghentikan masa jahiliyah, bayak sekali penentangan yang terjadi. Terutama dari mereka yang sangat menjunjung tinggi ajaran nenek moyang mereka. Mereka yang sangat setia dengan warisan para pendahulunya. Segala macam usaha dilakukan untuk mencegah orang memeluk Islam. Penyiksaan, pemboikotan, dan segala bentuk penindasan yang mengakibatkan penderitaan yang sangat bagi para pemeluk Islam pendahulu. Semua dilakukan demi hancurnya Islam dari bumi. Banyak pihak bersekongkol.

Pada saat itu, umat Islam sangat sedikit dan memiliki latar belakang yang beragam. Mereka membutuhkan sesuatu yang mampu mempersatukan mereka. Yang mampu membuat mereka merasakan nikmatya iman. Yang bisa membuat mereka mendapatkan perlindungan Allah di dunia dan akhirat. Yang menjadikan mereka mampu berkorban untuk yang lain.
Suatu ikatan. Ikatan yang tidak mengenal batas-batas adminstratif. Ikatan yang tidak berbatas waktu, tempat, maupun bahasa. Ikatan yang tidak membedakan asal suku bangsa. Ikatan yang hanya memiliki satu tali yang sangat kokoh, aqidah. Ya, itulah ikatan aqidah, ikatan karena Allah semata. Ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah, pada hakikatnya adalah nikmat Allah, yang menjelaskan bahwa Islam tidak bersekte-sekte (QS Ali Imran:103), menegaskan bahwa umat Islam bagaikan satu kesatuan butir-butir yang terikat oleh tali tasbih (QS Az Zukhruf :67), yang mendorong setiap muslim untuk saling mencintai (QS Al Anfal: 63), dan cerminan kekuatan Islam (QS Al Hujurat: 10).
Dalam ukhuwah umat Islam diajarkan untuk saling mengenal (taaruf), saling menolong (taawun), saling menanggung (takaful), dan mendahulukan saudara kita (itsar). Keempatnya harus dilakukan secara terus-menerus, berkelanjutan. Karena keempatnya adalah rukun ukhuwah. Dengan keempat hal tersebut, semestinya umat Islam mampu bersatu padu, tidak tercerai-beraikan oleh apapun.

Tingkatan terendah dalam ukhuwah adalah husnudzon terhadap saudara kita. Husnudzon membuat kita selalu berprasangka baik kepada saudara kita dan tidak mungkin iri pada mereka. Membuat hati kita tenang saat mengingat mereka. Menghadirkan rasa saling percaya yang akan semakin menguatkan persatuan kita.
Ukhuwah, begitu indah. Menjanjikan setiap muslim untuk bisa merasakan nikmatnya iman, mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat, serta mendapatkan tempat berkumpul bersama saudara-saudara kita di surga.

Selayaknya hukum alam. Sesuatu yang indah dan nikmat tidak akan diperoleh begitu saja, dengan mudahnya tanpa usaha. Begitupun ukhuwah. Diperlukan usaha untuk senantiasa menguatkannya sehingga kita bisa memperoleh dan merasakan hikmahnya.
Menyatakan rasa cinta kepada saudara kita dengan tulus, bukan sekadar basa-basi pemanis mulut akan memperkuat ukhuwah. Islam adalah agama yang sempurna. Sempurna dalam mengajarkan akhlak yang terpuji yang mampu memperkuat ukhuwah itu sendiri. Perbuata memohon didoakan ketika berpisah, menunjukkan kegembiraan dan senyuman ketika bertemu kemudian berjabat tangan (baca: sesama mahram), mengucapkan selamat ketika saudara kita memperoleh kebahagiaan, memberikan hadiah, sering bersilaturahim atau mengunjungi, memperhatikan dan membantu keperluannya, serta memenuhi hak ukhuwah saudara selayaknya hak setiap muslim atas muslim lainnya, adalah hal-hal yang dapat menguatkan ukhuwah.

‘Kalau tidak mampu membangun janganlah merusak’. Begitulah salah satu nasihat bijak yang mungkin sudah tidak lagi asing bagi kita. Hal ini juga berlaku dalam hal ukhuwah. Kalau kita belum mampu membangunnya lebih kuat, maka jangan sekali-kali merusaknya walau sedikit. Di antara perbuatan yang mampu merusak ukhuwah adalah menganggap saudara kita sebagai saingan, saling mencemooh, menganggap diri sendiri paling benar, tidak beramar makruf ketika saudara kita salah, serta tidak saling menutupi kekurangan atau bahkan mengumbar aib saudara kita.
Demikianlah, semoga kita senantiasa belajar menjadi muslim yang selalu berusaha memperkuat ukhuwah dan menghindari segala hal yang mampu merusaknya.
Disarikan dari Kajian Islam Pekanan (KIP) bersama Mba Juhainah Intan Ngitriyah (17 Nov 2014).

Tentang Lilis Suryani

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya
Topik: 
Keyword: 


Sumber: http://www.dakwatuna.com/

Doa Hasan al-Banna untuk Anaknya

YA, Rabb.
Gerakkanlah anakku untuk senantiasa bangun segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengar adzan, walau bagaimanapun keadaannya.
Biasakanlah dia agar bisa membaca, menelaah, dan mendengar Al-Quran, berdzikir kepada Allah ta’ala dan tidak menghambur-hamburkan waktunya, dalam masalah yang tidak ada faidahya.
Berikanlah kepadanya kesungguhan untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab yang fasih.
Ya, Rabb.
Jangan sampai anakku memperbanyak perdebatan dalam setiap percakapan, karena hal itu tidak mendatangkan kebaikan.
Jauhkanlah dia dari banyak tertawa, karena hati yang selalu berkomunikasi dengan-Mu adalah tenang dan tenteram.
Jauhkan dia untuk tidak banyak bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali kesungguh-sungguhan.
Jangan sampai dia mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.
Jangan biasakan dia berghibah atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apapun, dan biasakanlah dia berbicara dengan baik.
Berkenalan dengan saudaranya meskipun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah adalah cinta dan kerjasama.

Karena kewajibannya lebih banyak dari waktu yang tersedia, berikanlah dia kemampuan untuk menolong saudaranya dalam memanfaatkan waktunya.
Apabila mereka mempunyai keperluan, sederhanakan dan cepat selesaikan, Aamiin. 
Sumber : Yudiar, Nino. 2009. Keajaiban Doa Orang Tua: Bandung. Khazanah Intelektual

Obat Manjur Penyejuk Hati

Dalam kehidupan ini, seseorang mempunyai masalahnya masing-masing. Berbagai cara dalam menyelesaikannya juga berbeda-beda, namun setiap muslim diajarkan agar selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT. Selain itu, kita juga harus melakukan sebuah aksi atau usaha agar petunjuk tersebut sampai di hati kita. Kesungguhan dalam usaha kita memang sangat dibutuhkan agar hati bisa menjadi bersih.
Seseorang yang hatinya tidak bersih, pikirannya bisa tak tentu arah. Kebimbangan merangsang otak kita agar terus gelisah. Biasanya ini terjadi karena polusi yang ada pada diri kita. Polusi tersebut bisa dikatakan dosa-dosa yang dicicil untuk dilakukan dalam hidup ini. Setiap kali berdosa, noda hitam melekat pada hati kita. Jika semakin tebal, hati kita bisa semakin keras.

Perlu adanya pensucian jiwa agar hati terasa sejuk. Kesempurnaan memang tak mungkin bisa diraih, tapi kita wajib untuk terus memperbaiki diri. Kedekatan muslim terhadap Allah SWT bisa menjadi kunci pembuka hati yang bersih. Allah itu selalu dekat, apabila kita juga ingin mendekat pada-Nya.

Firman Allah SWT :

وَاِذَاسَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَاِنِّى قَرِيْبٌ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوالِى وَلْيُؤمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah:186)

Ketika kita berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT, secara otomatis Allah sebenarnya bisa lebih dekat terhadap hamba-Nya. Memang dari fisik tidak mungkin, kerohanian dan spiritual yang nantinya akan mengantarkan jarak kedekatan tersebut.
Jembatan kedekatan Allah SWT dengan makhluk-Nya terjadi ketika kita dzikrullah. Cara mengingat Allah bisa diawali dari mengeluarkan dunia dari qalbu, mengurangi syahwat dan maksiat. Kita tidak akan mungkin merasakan nikmatnya khusyu kecuali jika dunia keluar dari qalbu dan berpindah ke genggaman tangan kita.

Ibn Atha`illah dalm kitab Al-Hikam berkata “Bagaimana dapat bersinar qalbu seseorang yang gambaran dunia terlukis di dalamnya, atau bagaimana akan pergi menuju Alah sementara Ia masih terbelenggu syahwatnya. Jika ditelaah ungkapan Ib Atha`illah, hati kita tidak akan pernah bisa mendekati Allah kecuali maksiat dan nafsu syahwat bisa dihindari. Kita harus berusaha sekuat mungkin agar hati kita dapat terhubung dengan Allah. Inilah obat manjur di mana kesejukan hati akan terus tertanam hingga terpancar dari wajah kita.
Syarifah Zahrina Firda

Tentang Syarifah Zahrina Firda

Salah satu mahasiswi UIN Jakarta. Ia mempunyai hobi menulis, membaca dan belajar bahasa. Agar hobinya bisa berkembang, Ia masuk ke organisasi FLP Ciputat. Ada sebuah penggalam syair dari Imam Syafi`i… [Profil Selengkapnya]
Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya
Keyword: 


Sumber: http://www.dakwatuna.com/

Menjaga Izzah Seorang Muslimah

“Jika laki – laki dilihat berdasarkan masa depannya, maka perempuan dilihat berdasarkan masa lalunya”

Kembali lagi malam ini bertemu dengan keluarga besar calon – calon pemimpin bangsa. Lingkaran ini kembali lagi setelah hampir dua bulan vakum disibukkan oleh perkuliahan. Kajian Intelectual Muslim Community (IMC) antar kos binaan pertanian merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap sebulan sekali dengan berganti – ganti tuan rumah. Di Fakultas Pertanian ada tiga kos binaan yaitu Al Falah, Mawadah, dan Hamazah. kali ini Hamazah menjadi penyelenggara lingkaran ilmu itu.

Semangat menggebu tertancap di sanubari, kesempatan bersua dengan saudara semuslim kembali lagi. Hal biasa ketika kami bertemu di kampus karena kami satu kampus, tapi di balik pertemanan di kampus ada sebuah ikatan yang menghujam di antara kami yaitu ikatan ukhuwah. Antusiaspun semakin membuncah ketika membaca sebuah sms berisi invitation dengan prolog “Jika laki – laki dilihat berdasarkan masa depannya, maka perempuan dilihat berdasarkan masa lalunya”. sebagai pemanis tema yang akan disampaikan terkait menjaga izzah seorang muslimah.

Materi ini disampaikan oleh mbak Catur, beliau adalah pembina kos Hamazah sekaligus takmirah masjid kampus tercinta, Nurul Huda Islamic Center. Izzah adalah kesuciaan atau kemuliaan sedangkan iffah adalah cara menjaga kemuliaan itu. Cara menjaga izzah seorang muslimah dapat dilakukan dengan beribadah yaitu selalu mendekatkan diri kepada Robb yang telah mencipatakan dan Maha Kuasa atas dunia seisinya ini baik dengan ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Selain itu, atas dasar misi penciptaan manusian bahwa manusia sebagai khalifah fil ardi (pemimpin untuk muka bumi ini). Oleh karena itu, muslimah harus cerdas. Gambaran sosok muslimah cerdas bisa kita tengok siroh shohabiyah Aisyah r.a, beliau menorehkan dalam catatan sejarah sebagai penghafal hadits terbanyak ketiga.

Seorang muslimah harus terbiasa untuk menciptakan lingkungan amar ma’ruf nahi munkar pada semua kondisi kehidupan. rajin meminta nasihat dan berdo’a serta jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah.
Roffiul Umamil Marzukoh, S.P

Tentang Roffiul Umamil Marzukoh, S.P

Mahasiswi Fakultas Pertanian UNS, jurusan agroteknologi angkatan 2009. Salah satu penerima beasiswa aktivis Nusantara 3. Aktif di beberapa organisasi, saat ini ini organisasi yang digelutinya Biro Asistensi Agama Islam FP… [Profil Selengkapnya]
Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya
Topik: 
Keyword: 


Sumber: http://www.dakwatuna.com
 
Copyright © 2011. Pusat Al Quran - All Rights Reserved
Template Published by Mas Template Redesigned by Pusatalquran.com,
Proudly powered by Blogger